RSS

WISATA DAN DODENT

18 Aug

Wisata dan Dodent adalah kedua kata yang menjadi kenangan paling indah dan yang mustahil dilupakan oleh masyarakat Sabang. Nama Dodent tidak asing lagi ditelinga warga Sabang. Dodent hanya mengenyam sekolah SR telah berjasa terhadap Pariwisata Sabang. Bagi beliau, wisata Pulau Weh sesungguhnya mampu mengangkat karakter Aceh, apalagi Pulau Weh-Sabang yang memang spesifik tentu itu juga akan jadi produk wisata. Selama beliau merintis dan menjalankan visi dan misi, Dodent malah dicap sebagai “KAFIRUN” (Kafir berkain sarung) karena beliau orang muslim dan bergaul dengan orang asing (non muslim). Orang asing atau kulit putih adalah kafir dianggap oleh rakyat Aceh. Berdasarkan cerita beliau semasa hidup, setiap habis makan dan minum, piring atau gelas yang digunakan oleh beliau harus disamak (disucikan).

Selain itu juga, Dodent juga dianggap “ORANG GILA” oleh masyarakat Sabang atas hasil kerja beliau terhadap lingkungan. Dodent selalu memperjuangkan hak makhluk hidup, seperti; terumbu karang dan ikan. Dodent terus menguras pikiran dan tenaga dalam merawat dan memelihara ekosistem terumbu karang dan ikan yang ada di Pulau Weh. Berbagai inovasi dan terapan ramah lingkungan telah berhasil beliau tekuni. Ilmu yang beliau dapatkan juga diwariskan ke generasi muda sebagai lanjutan program beliau.

Wisata juga telah dicurigai oleh sebahagian masyarakat sebagai kegiatan maksiat. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Sabang, harus bisa mensosialisasikan arah pariwisata Pulau Weh-Sabang yang islami sesuai dengan kaedah syariat Islam dan ramah lingkungan.

Pernahkah pemerintah Aceh dan pemerintah Sabang berupaya jadikan Sabang sebagai Magnit Wisata, atau malah tidak mampu memberi pemahaman sehingga wisata telah menjadi ancaman. Masih banyak negara Muslim seperti Malaysia,Brunai Darussalam dan Maldive atau bahkan negara Arab, menjadikan potensi pariwisata sebagai produk andalan dan tidak perlu mencurigainya.
Pemahaman Syariat hingga ke masyarakat bawah dan dini akan membantu terwujudnya wisata Islami, akan tetapi jika salah dalam pelaksanaannya tentu akan menjadi bumerang. Melihat wisata Pulau Weh-Sabang sangat potensi untuk dikembangkan. Bayangkan jika Sabang bisa dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat Wisata Aceh, mungkin akan lebih bergairah lagi kehidupan Sabang.
Jadi, marilah kita Jangan Curigai Pariwisata Pulau Weh-Sabang yang ada di provinsi Aceh Sebagai Kegiatan Maksiat. Semua lapisan masyarakat, pihak swasta dan penyelenggara negara harus saling bekerjasama, bukan malah menyalahkan dan ribut dalam mempertahankan argumentasinya.

Nah rakan-rakan pembaca sekalian, sudah saatnya kita harus bangun dari tidur dan harus belajar banyak agar seperti Almarhum Pak Dodent.

Advertisements
 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: