RSS

Aksi bentuk keprihatinan terhadap Almarhum Bpk.DODENT

01 Aug

Aksi sebagai wujud dari bentuk keprihatinan terhadap
ALMARHUM BPK. DODENT (SANG PELOPOR PARIWISATA SABANG dan
SANG PERINTIS LINGKUNGAN)

Terutama dan paling utama saya memohon maaf kepada rakan-rakan seperjuangan yang telah membaca ketikan saya ini. Karena saya sudah tidak tahu lagi mau kemana lagi harus mengutarakannya.

Dari kecintaan beliau terhadap laut sampai dengan merawat laut beliau mengeluarkan gocek sendiri demi masyarakat pesisir. Beliau bekerja semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi tetapi demi untuk generasi depan, apabila beliau telah dipanggil oleh Allah SWT. Mengingat lika-liku perjuangan beliau penuh semasa remaja dengan pahit, hanya bermodal tanpa tamat Sekolah Rakyat (SR) beliau telah melanglang buana merasakan asam-manis kehidupan ini. Dengan bermodal nekat beliau berhijrah dari tempat tinggalnya di Aceh Pidie (Sigli) merantau ke Sabang mengikuti perahu nelayan.

Berawal dari crew kapal layarlah beliau terus menimba ilmu yang diajarkan oleh sepasang turis asing yang telah lama menetap di Pulau Rubiah. Beliau diadopsi sebagai anak angkat. Pada saat itu, banyak perahu layar dari berbagai negara yang singgah di Pulau Rubiah untuk pengurusan surat menyurat, mengisi air bersih, minyak, dan lain-lain. Dikala senggang beliau diajarkan menyelam oleh orangtua angkatnya.

Bermodalkan ilmu selam dan merawat karang yang diajarkan oleh orang tua angkatnya, beliau membuka usaha penyelaman di Iboih dengan nama Rubiah Tirta Divers. Dengan ketekunan beliau, mampu memperkenalkan (promosi) keindahan panorama alam Sabang kemata dunia. Selain itu juga beliau juga mendirikan LSM Aceh Coral Conservation (ACC) dan Yayasan Coral Oasis (YCO) sebagai wadah untuk merawat lingkungan. Berbagai event Lingkungan Internasional beliau ikutkan demi membawa nama Sabang (Pulau Weh). Dunia Internasional telah mengakui keberhasilan Dodent sebagai “Bapak Pengasuh Karang”. Hampir setiap edisi majalah dunia nama beliau ada. Hingga banyak undangan-undangan Internasional yang beliau dapatkan setiap tahunnya. Dikarenakan, kurang biaya untuk berangkat beliau mengurungkan niat untuk meninggalkan Sabang.

Walopun usia telah lanjut, beliau terus bekerja dengan semangat dan senyuman khasnya mengajak para muda-mudi generasi sekarang untuk peduli akan lingkungan.

Bermodal semangat dan ketekunan beliau sehingga membawa beliau ke ajang nominasi peraih Kalpataru. Pada saat itu beliau tidak berambisi akan hal tersebut. Inilah petikan kata beliau didepan anaknya (Iskandar) : “Kalpataru adalah bukan ambisi Bapak, ambisi Bapak adalah menjaga dan merawat lingkungan demi generasi anak cucu”.

Pada bulan Desember 2010, beliau mengatakan untuk ikut event nasional di Hari Nusantara (13/12/2010). Namun, kegiatan dalam menyelamatkan terumbu karang malah ditangkap oleh nelayan setempat. Selanjutnya diproses sesuai dengan hukum adat pakat-pakat bukan hukum adat yang sesuai aturan. Selama dalam proses duek pakat, tidak ada diperlihatkan butir-butir/pasal-pasal secara tertulis, unsur adat tidak lengkap (tuha peut, tuha lapan, mukim). Hanya menonjolkan unsur tuding menuding (gab)/dendam karena salah satu perahu mereka ditangkap sampai saat ini belum dilepaskan.

Dengan kejadian tersebut, keesokan hari nya semua media surat kabar mulai memajang berita beliau dengan beragam versi dengan bukti kenyataan diputar balik fakta yang mengatakan beliau telah merusak/mengambil karang tanpa pemberitahuan. Tetapi beliau mengatakan : “Biarkan saja mereka mengatakan begitu, mereka kurang pemahaman akan hal tersebut dikarenakan tingkat kemiskinan negeri ini masih ada dipesisir”.

Beberapa dekade semua media sudah jenuh memuat berita tudingan beliau. Dengan sigap beliau mengatakan : “Persoalan ini akan kita serahkan ke pihak PEMDA Kota Sabang untuk diselesaikan. Kita tidak mengharapkan uang 30juta dikembalikan tetapi dengan uang tersebut akan lahir sebuah hukum adat yang legal bukan hukum adat pakat-pakat sehingga menjadi hukum rampasan”. “Apabila dalam tahun 2011 PEMDA Kota Sabang tidak bisa menyelesaikan persoalan ini, maka bapak akan mengembalikan penghargaan Kalpataru secara pribadi ke Presiden.”

Waktu berkehendak lain, ALLAH SWT memanggil beliau pada tanggal 26 Januari 2010 jam 10.45 WIB di Rumah Sakit Angkatan Laut. Semua harapan dan keingan beliau masih belum tercapai. Beliau juga telah mengamanatkan kepada putra-putra beliau untuk terus melanjutkan kinerja beliau sampai generasi anak cucu tanpa pantang mundur.

Selamat jalan ayahanda tercinta… amanatmu akan ku jalani sampai akhir hayatku…

Setelah beliau meninggal sampai saat ini, persoalan tersebut belum ada titik terang dalam hal penyelesaiannya. Yang ada cuma pergantian struktural jajaran di Lingkungan Panglima Laot dan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Sabang. Putra Alm.Bpk.Dodent juga pernah menyinggung persoalan kasus yang menimpa ayahandanya, namun berbagai tanggapan saya tidak tahulah, inilah, harus dikrosceklah dan lain-lain tek-bengeknya. Padahal, kita telah melaporkan/menjelaskan kronologinya. Seakan-akan kasus ini dilupakan begitu saja oleh mereka. Entah sampai kapan.

Karena kejenuhan terhadap kinerja Pemerintah Daerah yang lambat, maka Salah satu putra Alm.Bpk.Dodent akan melakukan “AKSI PENANAMAN PENGHARGAAN KALPATARU 2010 KEDALAM LAUT BERSAMA DENGAN TERUMBU KARANG”. Aksi ini sebagai wujud dari kurang mendukungnya dan telah menjalimi orangtuanya dengan pencemaran nama baik. Kapan dan waktunya akan diberitahukan selanjutnya…

Wassalam,
Putra Alm.Bpk.Dodent

Advertisements
 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: